Berbagi Cerita Menarik Dari Yang Dekat Sampai Yang Jauh

7 Tips Menjaga Kesehatan Tubuh Saat Sedang Berpuasa Bagi Ibu Hamil




Anda sangat memperhatikan kesehatan janin anda, ketika memasuki bulan ramadhan diantaranya bertanya-tanya bolehkah wanita hamil berpuasa? Sebenarnya pada ibu hamil di bulan ramadhan telah diberikan dispensasi untuk tidak melakukan puasa. Hal ini menyangkut asupan nutrisi kepada janin.


Meskipun kebanyakan ibu hamil kuat menjalankan ibadah puasa akan tetapi asupan nutrisi janin tidak boleh diabaikan. Pada penelitian yang dilakukan bahwa ibu hamil yang berpuasa dan ibu hamil yang tidak berpuasa dengan asupan nutrisi yang sama tidak mengalami perbedaan, baik dari kesehatan dan kecerdasan bayi setelah lahir. Memasuki trimester kedua dan ketiga kemungkinan memiliki tingkat kekuatan yang lebih tinggi untuk melakukan puasa ketimbang ibu hamil pada trimester pertama dengan gejala-gejala kehamilan yang mengganggu.


Selain menahan mengkonsumsi makanan sesuai dengan waktu yang ditetapkan, puasa ketika ibu hamil berarti menjaga asupan nutrisi ketika sahur dan berbuka. Sebelum anda memutuskan untuk berpuasa sebaiknya konsultasikan dengan dokter kandungan anda sehingga dapat memberikan saran sesuai dengan kesehatan janin, jika kesehatan janin dinyatakan mendukung ibadah puasa maka anda dapat melakukan puasa dan tidak menganggu perkembangan janin. Dokter biasanya memberikan penilaian melalui berat badan, jika berat anda selama awal kehamilan tidak mencapai 3,5 - 4 kg atau diakhir masa kehamilan kenaikan masih dibawah 12,5-14 kg maka disarankan untuk tidak berpuasa karena dikhawatirkan akan mengganggu perkembangan janin. Sebagai ibu hamil yang aktif penting sekiranya untuk menjaga kebugaran agar dalam melakukan kegiatan sehari-hari sehingga terhindar dari rasa lelah yang berlebih. Dalam melakukan puasa selama masa kehamilan sudah pasti anda harus menyediakan energi ekstra untuk memiliki cukup semangat.


Berikut tips untuk anda sebagai ibu hamil dalam menjaga kebugaran dan kesehatan selama menjalankan ibadah puasa :



1. Pilih menu sahur yang memiliki nutrisi yang mencukupi kebutuhan janin dan menjaga kesehatan anda selama puasa, komposisi yang dianjurkan adalah karbohidrat kompleks, protein baik secara nabati dan hewani, dan lemak. Konsumsi sayur dan buah jangan ditinggalkan sehingga pencernaan anda tetap lancar dan terhindar dari wasir pada ibu hamil.



2. Makan dengan porsi sedikit dan sering. Tidak saja pada ibu hamil, orang yang berpuasa biasanya mengalami nafsu makan yang menurun, sehingga makan sedikit mudah kenyang. Ingat bahwa ada kesehatan janin yang harus senantiasa terjaga sehingga anda dapat mengaturnya dengan porsi yang kecil dan sering sesuai dengan gizi yang dibutuhkan.



3. Perbanyak minum air putih. Kekurangan minum sepanjang hari akan membuat anda dehidrasi, anda dapat membagi asupan air minum ketika sedang berbuka dan sahur. Kebutuhan air minum 8 gelas setiap hari, 4 gelas pada sahur dan 4 gelas setelah berbuka. Tidak perlu sekaligus 4 gelas, anda dapat membaginya dalam beberapa kesempatan.


4. Istirahat yang cukup. Mengatur waktu istirahat sangat penting untuk kesehatan janin dan anda selama puasa, siasati dengann membuat makanan sahur padat gizi dan mudah untuk dilakukan tidak memerlukan waktu yang dan memiliki nutrisi yang tinggi.



5. Konsumsi vitamin jika diperlukan. Tidak sembarang vitamin dapat dikonsumsi untuk ibu hamil, selain bahan yang terkandung harus dikonsultasikan dengan dokter, kebutuhan porsi dalam vitamin tersebut harus mendapat petunjuk dokter sehingga keperluan vitamin dapat bermanfaat maksimal untuk kesehatan anda dan janin.



6. Minum susu khusus ibu hamil, jika biasanya anda minum susu ketika pagi hari dan malam, sekarang anda menggantinya ketika sahur dan berbuka puasa. Susu khusus ibu hamil sangat baik dalam membantu perkembangan janin anda.



7. Olahraga yoga menjelang berbuka puasa Karena ada begitu banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan dari berlatih prenatal yoga atau yoga hamil, namun pastikan bila ini kali pertama Anda berlatih yoga dan merasa kelelahan saat mencobanya, jangan lupa untuk rehat sejenak di sela-sela latihan Anda. Tak perlu terburu-buru saat berlatih, karena dalam berlatih yoga yang terpenting adalah Anda merasa nyaman dan rileks sesaat dan sesudah berlatih, sehingga manfaat yoga di kala hamil akan terasa. Tetapi saat menjelang berpuasa yoga bagi ibu hamil bisa anda lakukan dengan intensitas yang dikurangi dari biasa.
Share:

Porsi Makan Sahur Agar Kuat Puasa Seharian Menahan Lapar




Saat waktu makan sahur, usahakan Anda mengonsumsi makanan bergizi dalam jumlah yang cukup. Makanan saat sahur membantu menyediakan cukup energi selama berjam-jam Anda puasa. Pastikan Anda mengonsumsi makanan dari sumber karbohidrat, protein hewani, protein nabati, lemak, vitamin, dan mineral.


Makanan saat sahur yang harus Anda konsumsi


Sahur merupakan kesempatan terakhir Anda untuk makan sebelum berpuasa kurang lebih selama 13 jam. Untuk itu, memenuhi nutrisi dengan jumlah yang cukup saat sahur sangat penting dilakukan agar puasa Anda berjalan lancar. Jangan sampai kurang asupan saat sahur atau malah melewatkan makan di waktu sahur dapat mengganggu kelancaran puasa Anda.


Berikut Makanan yang harus Anda konsumsi saat sahur adalah:

1. Karbohidrat



Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh, sehingga Anda perlu mengonsumsi makanan ini saat sahur. Pilihlah karbohidrat dengan jenis karbohidrat kompleks. karena karbohidrat kompleks mengandung jumlah serat yang cukup tinggi. Serat dapat membantu Anda kenyang lebih lama, sehingga Anda bisa mempertahankan energi Anda lebih lama. Hal ini karena serat membutuhkan waktu lama untuk dicerna tubuh.


Sumber karbohidrat kompleks yang bisa Anda konsumsi saat sahur adalah nasi merah, roti gandum, oatmeal , sereal gandum, dan lainnya. Anda bisa mengonsumsi sumber karbohidrat ini sebanyak 1-2 porsi saat sahur.


Sebaliknya, jenis karbohidrat yang harus Anda hindari saat sahur adalah karbohidrat sederhana. Karbohidrat jenis ini memang dapat menyediakan cukup energi tapi tidak berlangsung lama. Contoh dari karbohidrat sederhana adalah gula, sirup, madu, makanan manis (seperti kue dan biskuit), dan makanan dengan kadar gula tinggi lainnya.


2. Protein


Ini juga salah satu zat gizi yang harus Anda penuhi saat sahur. Protein membantu Anda dalam mempertahankan rasa kenyang lebih lama. Selain itu, protein juga diperlukan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda agar tidak mudah sakit saat puasa. Protein juga membantu tubuh dalam memperbaiki dan membangun jaringan.


Terdapat dua jenis protein yang harus Anda konsumsi saat sahur, yaitu protein hewani dan protein nabati. Contoh dari protein hewani adalah daging, ayam, ikan, telur, susu, dan hasil olahannya (seperti keju dan yogurt). Sedangkan, contoh sumber protein nabati adalah tahu, tempe, kacang hijau, kacang tanah, kacang merah, kacang kedelai, dan lainnya. Anda disarankan mengonsumsi sumber protein hewani dan nabati masing-masing sebanyak 1-2 porsi saat sahur.


3. Sayur dan buah-buahan




Sayuran dan buah-buahan merupakan sumber vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Juga, sebagai sumber serat yang dapat membantu Anda merasa kenyang lebih lama saat puasa. Konsumsi buah dengan kandungan air banyak, seperti semangka, juga dapat membantu menjaga hidrasi tubuh Anda.


Anda disarankan untuk mengonsumsi sayuran dan buah-buahan sebanyak 5 porsi per hari guna memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral Anda. Saat sahur, Anda bisa mengonsumsi sayuran sebanyak 1-2 porsi, dan buah-buahan sebanyak 1 porsi sebagai makanan penutup.


4. Minum saat sahur




Selain makanan saat sahur, yang juga harus masuk ke dalam tubuh saat sahur adalah minuman. Anda perlu memenuhi kebutuhan cairan untuk menjaga agar Anda tidak kekurangan cairan selama puasa. Air putih merupakan minuman yang terbaik untuk Anda saat sahur. Sebaiknya minum air putih sebanyak 2-3 gelas saat sahur. Hindari konsumsi minuman yang mengandung kafein, seperti kopi, teh, dan minuman bersoda. Minuman ini dapat mendorong tubuh mengeluarkan cairan lebih banyak.
Share:

Tips Diet Saat Berpuasa Yang Aman Bagi Kesehatan Tubuh



Jika Kamu adalah satu orang yang ingin melakukan diet saat puasa, maka sangat penting bagi Kamu untuk memperhatikan Pola makan saat berpuasa. Puasa memang seharusnya tidak menjadi halangan untuk tetep menjalani kebiasaan hidup sehat. Saat puasa tubuh lebih banyak membutuhkan asupan makanan yang kaya nutrisi agar bisa memenuhi kebutuhan energi untuk beraktifitas sehari-hari.


Pada dasarnya, cara diet saat puasa sama dengan cara diet yang Anda lakukan dalam keseharian di luar bulan ramadan. Anda tetap harus melakukan diet seimbang dengan proposi asupan karbohidrat, lemak dan protein yang tepat saat sahur dan berbuka. Jika hal tersebut tidak diperhatikan dan dilakukan, maka makanan yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka malah justru bisa menyebabkan kenaikan berat badan.


Selain itu, menjalani diet saat puasa juga harus disiplin. Jika tidak dilakukan secara disiplin kesempatan Anda untuk menurunkan berat badan dan menjadi lebih sehat akan terbuang sia-sia. 


Berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk menjalani diet saat puasa yang aman bagi kesehatan tubuh sehingga tidak mengganggu aktifitas selama berpuasa:


1. Memperhatikan asupan nutrisi


Pastikan jika makanan berbuka dan sahur Anda sudah lengkap nutrisinya dan memiliki semua kelompok makanan. Misalnya:



  • Penuhi karbohidrat Anda dari gandum utuh (whole wheat), kentang, nasi merah, dan oat.
  • Konsumsi makanan yang tinggi protein dari telur, keju, kacang almond, edamame, quinoa, dan lain sebagainya.
  • Serat dari sayuran dan buah seperti brokoli, wortel, bayam, apel, pisang, alpukat dan pepaya. 
  • Lemak sehat yang berasal dari ikan-ikanan, daging sapi tanpa lemak, dada ayam, minyak zaitun, minyak bunga matahari, dan lain sebagainya.


2. Hindari produk olahan


Bisanya makanan yang enak dan bikin ketagihan itu adalah makanan yang banyak mengandung MSG, pemanis buatan, sodium dan lemak. Hal inilah yang membuat Anda mudah lapar karena sulit mengontrol keinginan untuk makan-makanan tersebut.



Itu sebabnya sangat penting bagi Anda menghindari produk makanan olahan dan junk food. Kurangi, bahkan jika memungkinkan hindari gorengan atau makanan yang tinggi lemak trans dan lemak jenuh. Pilihlah menu berbuka dan sahur yang diolah sendiri sehingga terjamin asupan nutrisinya. Anda bisa menggunakan metode memasak dengan cara ditumis, rebus, kukus, dan panggang agar makanan yang Anda konsumsi terjaga kandungan nutrisinya.


3. Makanlah secara perlahan


Banyak orang mengaku kalap saat menyantap hidangan berbuka. Makan banyak dalam waktu dekat atau sekaligus akan menyebabkan perut sakit dan kembung. Akhirnya tubuh pun merasa tidak nyaman karena kekenyangan.



Mulailah buka puasa dengan kurma, lalu air putih, diikuti sup hangat dan semangkuk kecil salad sayuran atau buah. Setelah itu baru lanjutkan dengan menyantap hidangan utama.


Jika Anda sudah merasa kenyang setelah makan salad, bisa mengonsumsi makanan utama setelah 2-3 jam setelahnya. Makan sup hangat akan membuat perut terasa nyaman, selain itu mengonsumsi sup juga bisa mengembalikan cairan tubuh dan membantu mempersiapkan sistem pencernaan untuk menerima makanan yang lebih berat. Makanan berkuah yang disarankan adalah sayur bayam, sup jagung, sup ayam, ataupun sup sayuran campur.


4. Kurangi makanan tinggi gula


Biasanya saat berbuka banyak orang yang mengonsumsi makanan dan minuman manis. Namun tahukah Anda jika langsung banyak makan dan minum manis malah justru akan membuat perut kembung dan mengakibatkan proses pencernaan terhambat. Makanan tinggi gula juga membuat kadar gula dalam darah tidak stabil sehingga Anda akan ingin makan manis.


Anda bisa makan kurma saat berbuka puasa, selain sebagai sunnah berbuka nyatanya kurma merupakan sumber gula yang baik dan kaya nutrisi seperti tinggi serat, magnesium dan potassium yang bisa memperlancarkan pergerakan sistem pencernaan Anda. Jika sangat ingin menyantap kolak, es campur atau es timun suri, tunggulah 2-3 jam setelah buka puasa atau pasca Anda salat tarawih.


5. Menjaga asupan cairan dalam tubuh


Saat puasa, secara perlahan tubuh rentan mengalami dehidrasi. Itu sebabnya saat berbuka dan sahur pastikan jika Anda mengonsumsi makanan yang banyak mengandung air agar membantu tubuh dalam memenuhi asupan cairannya. 


Selain itu, hindari makanan yang banyak mengandung garam. Makanan yang termasuk tinggi garam biasanya terdapat pada makanan olahan pabrik seperti dalam kemasan kalengan ataupun makanan beku. Makanan yang kadar garamnya tinggi akan membuat Anda lebih mudah haus ketika berpuasa. Anda juga harus menghindari makanan yang terlalu pedas karena bisa membuat terus terasa tidak banyak asupan cairannya. Anda bisa mengonsumsi air kelapa, semangka, ketimun, selada, jeruk, dan lainnya yang mengandung banyak air.









Share:

Popular Posts

Labels

Recent Posts