Berbagi Cerita Menarik Dari Yang Dekat Sampai Yang Jauh

Sejarah Peralatan Mandi Sehari - hari






Pada hakikatnya, manusia menyukai yang namanya kebersihan. Entah itu bersih lingkungan, bersih pakaian, atau bersih dirinya. Hanya manusia yang mempunyai sedikit pemikiran berbeda yang menganggap kebersihan adalah hal yang sepele. Mereka tidak memikirkan apakah diri mereka atau lingkungan di sekitar mereka bersih atau tidak. Padahal kebersihan berkaitan erat dengan kesehatan. Bagi mereka yang menjaga kebersihan di sekitar dan diri mereka sudah bisa dipastikan bahwa mereka adalah orang yang sehat pula. Dalam lingkup kebersihan diri, ada satu kebiasaan atau ritual yang selalu kita lakukan yaitu mandi. Mandi selalu identik dengan air, namun tidak itu saja. Masih banyak peralatan yang terkesan wajib kita sediakan untuk kita mandi, seperti Sabun, Sikat Gigi, dan Shampoo. Namun apakah kalian tahu sejarah asal mula benda –benda tersebut? Bagi yang penasaran ayo cek postingan berikut.


Pasta Gigi

Pasta gigi sebenarnya pertama kali ditemukan di Mesir pada abad ke-4. Pada saat itu pasta gigi terbuat dari campuran garam, lada, daun mint, dan bunga iris. Kemudian pada abad ke 9, pasta gigi dikembangkan oleh musisi dan perancang busana asal Persia, Ziryab. Tidak diketahui bahan dasar pembuatannya, tapi pasta gigi tersebut mampu membersihkan sisa-sisa kotoran yang tertinggal di sela – sela gigi dan memberikan aroma yang segar pada mulut. Pasta gigi yang ditemukan pada zaman itu belum dikemas dalam tabung seperti pasta gigi yang sekarang ini dijual ke pasaran.

Barulah pada abad ke 18, pasta gigi yang dikemas dalam bentuk tabung mulai beredar. Pasta gigi dalam kemasan tabung pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Washington Sheffield asal Inggris. Pasta gigi produksi Dr. Sheffield diperkenalkan dengan nama Dr. Sheffield's Creme Dentifrice. Dr. Sheffield mendapatkan inspirasi untuk memproduksi pasta gigi kemasan tabung karena terinspirasi dari kisah perjalanan anaknya ke Paris. Di sana, sang anak melihat para pelukis yang menggunakan cat untuk melukis yang tersimpan bersih dalam kemasan tabung.

Selanjutnya pada tahun 1896, Colgate & Company Dental Cream mulai memproduksi pasta gigi kemasan tabung yang mirip dengan kemasan miliknya Dr. Sheffield.

Sebuah versi lain menyatakan bahwa pasta gigi yang sekarang mengandung flouride dahulu ditemukan pertama kali pada tahun 1914 dan sempat dikritik oleh asosiasi gigi Amerika (ADA) pada tahun 1937. Agar fluoride diterima oleh ADA, Procter & Gamble mengadakan penelitian pada awal tahun 1940-an. Kemudian pada tahun 1950, Procter & Gamble bergabung dengan tim yang dikepalai oleh Dr. Joseph Muhler dari Universitas Indiana untuk meneliti pasta gigi yang mengandung fluoride. Tahun 1955, pasta gigi Procter & Gamble's Crest memperkenalkan pasta gigi mengandung Florida yang telah teruji secara klinis di laboratorium.




Sikat Gigi

Alat yang diketahui untuk membersihkan gigi pertama yang berhasil di identifikasi adalah ranting yang digigit sampai halus, diperkirakan berasal dari tahun 3000 SM.

Dalam ilmu kedokteran India kuno, ranting dari pohon Banyan banyak digunakan untuk tujuan yang sama. Di Cina, alat yang indentik untuk membersihkan gigi terbuat dari ekor kuda serta gagang yang terbuat dari tulang sapi. Sedangkan di Arab, mengunyah Miswak atau Siwak yang berasal dari pohon arak [salvadora persica]. Siwak mengandung antiseptic sudah ada dari dulu.

William Addis ,seorang Narapidana dari Inggris pada tahun 1770, pertama kali memperkenalkan Sikat gigi modern di eropa. Ketika itu, ia mencoba mengisi waktu luangnya dengan memanfaatkan barang – barang bekas yang ada disekitarnya untuk mengembangkan sebuah alat pembersih gigi. Ide itu tercetus karena dia merasa tidak nyaman dengan kotoran yang tersangkut di sela – sela gigi sehabis makan. Pada saat itu, cara untuk membersihkan gigi adalah dengan menggunakan kain yang telah diberi garam kemudian menggosokannya pada gigi. Addis menggunakan tulang hewan sisa makanannya yang dan diberi lubang-lubang kecil, kemudian dia meletakkan bulu-bulu yang telah diikat dan direkatkan.

Setelah keluar dari penjara pada tahun 1780, ia kemudian memulai untuk memproduksi siknya secara massal. William Addis meninggal tahun 1808 dalam keadaan kaya raya, usahanya sendiri dilanjutkan oleh anaknya yang juga bernama William. Perusahaannya masih tetap berproduksi sampai sekarang.

Pada tahun 1840 sikat gigi mulai berkembang luas di Inggris, Prancis, Jerman dan Jepang. Hak paten untuk sikat gigi sendiri, adalah atas nama H.N.Wadsworth pada tahun 1857, di Amerika Serikat [US Patent No.18,653]. Walaupun sudah dipatenkan sejak lama ternyata sikat gigi baru mulai diproduksi massal di Amerika pada tahun 1885, dan tidak terlalu ditanggapi oleh masyarakat di sana.

Kebiasaan untuk menyikat gigi setiap hari baru mulai diperkenalkan di sana oleh Tentara Amerika setelah Perang Dunia II karena tentara AS diharuskan untuk menyikat gigi mereka setiap hari.

Penggunaan tulang dan bulu hewan kemudian dianggap tidak higienis dan tidak sehat kemudian digantikan dengan serat sintetik. DuPont memperkenalkan sikat gigi yang terbuat dari nylon, dan Dulai dan dijual pada Februari 1938.




Sabun

Sejarah kemunculan sabun sesungguhnya bermula di kota Roma. Sebelumnya, ‘sabun’ dipakai sebagai obat atau semacam pengeras rambut oleh bangsa Babilonia dan Mesir Kuno.

Orang-orang Romawi, menemukan sabun pun secara kebetulan. Menurut legenda bangsa Romawi, lemak dari korban bakaran Gunung Sapo tersapu hujan, kemudian tercampur dengan abu sisa pembakaran kayu, dan tanah liat. Ternyata campuran ini membuat pakaian lebih bersih sewaktu dicuci. Dengan adanya ramuan yang dibuat secara tidak sengaja ini, kebiasaan berendam (bathing) menjadi populer di sana. Namun sejak kekalahan Roma, kebiasaan berendam jadi terhapus. Kebersihan umum pun jadi turun drastis.

Cara membuat sabun muncul kembali di Eropa pada abad ke-7. Para pembuat sabun menyimpan rahasia mereka dengan sangat rapat. Sabun dulu termasuk benda eksklusif sehingga dikenakan pajak tinggi dan bahan2nya sulit didapat. Bahkan di pemerintahan King James I di Inggris tahun 1622, pembuat sabun berikan hak untuk memonopoli pasar. kemudian pada abad -19, sabun menjadi benda yang merakyat.



Shampoo

Kata sampo dalam penggunaan bahasa Inggris kembali ke 1762, dengan arti "memijat". Kata itu pinjaman dari Anglo-India sampo, pada gilirannya dari champo Hindi, imperatif champna, "untuk menekan, meremas otot-otot, pijat".

Istilah sampo diperkenalkan oleh Sake Dean Mahomed, yang membuka mandi keramas dikenal sebagai Mahomed's indian vapour bath di Brighton pada 1759. Mandi yang disediakan Sake Dean Mahomed bagaikan mandi Turki di mana klien mendapatkan pengobatan ala India yaitu champi (keramas) atau terapi pijat. Ternyata Pelayanan ini diapresiasi, ia menerima penghargaan tinggi dengan ditunjuk sebagai ‘Ahli Keramas' untuk kedua George IV dan William IV.

Pada masa awal penggunaan sampo, hair stylist Inggris merebus sampo dalam air sabun dan ditambahkan tanaman herbal untuk digunakan sebelum mencukur. Ramuan ini memberikan efek rambut yang berkilau dan beraroma harum. Kasey Hebert adalah pembuat sampo pertama yang diketahui. Dia menjual sampo pertamanya dengan brand "Shaempoo" di jalan-jalan rumahnya, London, Inggris.

Awalnya, sabun dan sampo adalah produk yang cukup identik, keduanya mengandung surfaktan, sejenis deterjen. Sampo modern seperti yang dikenal hari ini pertama kali diperkenalkan pada 1930-an oleh Drene, sampo sintetis (non-sabun) pertama.

Dari zaman kuno sampai sekarang, India telah menggunakan formulasi yang berbeda untuk shampoo yang mereka gunakan seperti nimba, Shikakai atau soapnut, pacar, Bael, Brahmi, fenugreek, buttermilk, lidah buaya, dan almond dalam kombinasi dengan beberapa komponen aromatik seperti cendana, melati , kunyit, naik, dan musk.


Share:

No comments:

Post a Comment

Popular Posts

Blog Archive

Labels

Recent Posts